
Sewa Hiace Bandung – Bandung tidak pernah gagal memikat hati siapapun. Dari udara sejuk hingga kuliner yang menggugah selera, kota ini selalu menjadi destinasi favorit. Mungkin kamu berpikir bahwa menikmati Bandung harus menggunakan kendaraan pribadi agar leluasa, tetapi anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Justru, liburan backpacker ke Bandung memberikan pengalaman autentik yang berbeda.
Kamu bisa menyusuri sudut-sudut kota, berinteraksi dengan warga lokal, dan menemukan “hidden gem” yang sering terlewatkan oleh turis biasa. Tanpa kemacetan di balik kemudi sendiri, kamu bebas menikmati suasana dengan lebih santai dan hemat biaya. Artikel ini akan memandu kamu menjelajahi Paris van Java dengan cara yang efisien dan menyenangkan.
Fakta Backpacker Tanpa Kendaraan Pribadi
Fakta menarik yang perlu kamu ketahui adalah Bandung kini semakin ramah bagi pejalan kaki dan pengguna transportasi umum. Membawa kendaraan pribadi, terutama saat akhir pekan, seringkali justru menjadi beban karena kemacetan yang mengular di titik-titik wisata utama seperti Lembang atau Dago. Dengan menjadi backpacker, kamu tidak perlu memikirkan biaya bensin yang boros, tarif parkir yang mahal, atau stres menghadapi sistem satu arah (one way) yang kerap diberlakukan polisi. Selain itu, infrastruktur transportasi di Bandung sudah cukup terintegrasi. Banyak destinasi wisata populer yang sebenarnya mudah dijangkau dengan angkutan kota (angkot) maupun transportasi online, menjadikan liburan backpacker ke Bandung pilihan cerdas untuk efisiensi waktu dan bujet.
Itinerary Backpacker Bandung yang Efisien
Agar waktu liburan kamu tidak habis di jalan, kunci utamanya adalah mengelompokkan destinasi berdasarkan wilayah. Berikut adalah rencana perjalanan 3 hari 2 malam yang efisien menggunakan transportasi umum:
1. Hari Pertama – Menjelajahi Bandung Utara (Lembang)

Mulailah petualanganmu dari pagi hari. Kamu bisa naik angkutan umum jurusan Stasiun Hall – Lembang atau Ciroyom – Lembang.
- Farmhouse Lembang. Turunlah tepat di depan lokasi ini. Nikmati suasana ala Eropa dan susu segar Lembang.
- Floating Market. Dari Farmhouse, kamu bisa melanjutkan perjalanan pendek menggunakan angkot ke arah pasar Lembang. Di sini kamu bisa menikmati kuliner di atas perahu dan pemandangan danau.
- Hutan Hutan Babakan Siliwangi (Baksil). Saat sore menjelang dan kamu kembali ke arah kota, berhentilah di area Simpang Dago. Kamu bisa berjalan santai di forest walk Baksil yang sejuk dan instagramable tanpa dipungut biaya.
2. Hari Kedua – Napak Tilas Sejarah dan Kota Tua (Pusat Kota)

Hari kedua didedikasikan untuk area yang bisa dijangkau dengan berjalan kaki atau perjalanan singkat.
- Jalan Asia Afrika & Braga. Mulailah dari titik nol kilometer Bandung. Berfoto dengan cosplayer di Jalan Asia Afrika, lalu berjalan kaki menyusuri Jalan Braga yang legendaris untuk menikmati kopi di kafe-kafe bernuansa vintage.
- Museum Konferensi Asia Afrika. Masih di area yang sama, sempatkan masuk untuk belajar sejarah (pastikan cek jadwal buka).
- Alun-Alun Bandung & Masjid Raya. Saat matahari mulai terbenam, Alun-Alun Bandung berubah jadi heaven untuk bersantai. Duduk santai di rumput sintetis yang lembut, matamu bisa ngejailin keramaian kota yang semarak sambil menikmati siluet megah Masjid Raya di kejauhan.
3. Hari Ketiga – Belanja Oleh-oleh dan Wisata Belanja

Sebelum pulang, manfaatkan waktu untuk membeli buah tangan.
- Pasar Baru Trade Center. Jika kamu mencari tekstil atau oleh-oleh grosir dengan harga miring, ini tempatnya. Aksesnya sangat mudah dengan angkot jurusan apa pun yang menuju Stasiun Hall atau Kebon Kelapa.
- Kartika Sari atau Prima Rasa. Untuk oleh-oleh makanan khas seperti Pisang Bolen, kamu bisa naik ojek online ke cabang terdekat dari stasiun atau terminal keberangkatan untuk menghemat waktu.
Baca juga : Itinerary Liburan ke Lembang Bandung – Seharian Puas Keliling!
Rekomendasi Area Menginap Murah untuk Backpacker
Memilih lokasi penginapan yang strategis adalah separuh dari keberhasilan liburan backpacker ke Bandung. Berikut adalah rekomendasi area yang ramah di kantong dan mudah akses transportasinya:
- Area Stasiun Bandung (Kebon Kawung & Pasir Kaliki)
Bagi kamu yang datang menggunakan kereta api, area ini adalah pilihan paling logis. Di gang-gang sekitar Jalan Kebon Kawung dan Pasir Kaliki, terdapat banyak guest house dan hotel melati dengan harga mulai dari Rp100.000 an per malam. Sangat dekat dengan stasiun (bisa jalan kaki), akses angkot 24 jam, dan dekat dengan pusat oleh-oleh Kartika Sari.
- Area Jalan Braga dan Asia Afrika
Jika kamu ingin merasakan denyut nadi kota Bandung di malam hari, carilah hostel bunk bed atau hotel kapsul di sekitar Braga. Area ini sekarang menjamur dengan penginapan budget yang stylish. Bisa berjalan kaki ke hampir semua destinasi wisata sejarah (Gedung Sate, Museum KAA, Alun-Alun). Kamu tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi untuk eksplorasi hari kedua.
- Area Dago (Ir. H. Djuanda)
Dago jadi salah satu kawasan paling favorit buat anak muda. Di area Dago Bawah (sekitar kampus ITB dan Unpad), kamu bisa menemukan banyak kos harian dan guest house dengan harga ramah di kantong. Suasananya lebih sejuk dibanding pusat kota, pilihan kafe murah bertebaran, ada factory outlet, dan akses transportasi juga gampang karena dilalui angkot Dago Stasiun Hall yang sudah melegenda.
- Area Cihampelas
Terkenal sebagai pusat belanja celana jeans dan fashion, Cihampelas memiliki banyak gang kecil (seperti Cihampelas Bawah) yang menyewakan kamar murah bagi backpacker. Dekat dengan Cihampelas Walk (Ciwalk) dan Teras Cihampelas. Sangat ramai dan mudah mencari makanan kaki lima.
Transportasi Paling Efisien untuk Backpacker di Bandung
Memahami sistem transportasi di Bandung akan sangat membantu mobilitas kamu. Berikut opsinya:
- Angkot (Angkutan Kota). Ini adalah raja jalanan Bandung. Angkot di Bandung memiliki kode warna dan jurusan yang spesifik. Misalnya, angkot Hijau-Oranye (St. Hall-Lembang) untuk ke utara, atau angkot Ungu (Cisitu-Tegalega) untuk rute Dago ke selatan. Tips: Selalu tanya sopir sebelum naik, “Lewat [tujuan kamu] tidak, Kang?”
- Trans Metro Bandung (TMB) & DAMRI. Pilihan bus kota yang melintas di jalur-jalur utama Bandung. Tarifnya ramah di kantong, dan armadanya sudah ber-AC sehingga perjalanan terasa lebih nyaman. Moda ini cocok banget dipakai kalau kamu ingin berpindah dari satu terminal ke terminal lainnya..
- Transportasi Online (Ojol/Taksi Online). Gunakan ini sebagai penyambung rute (last mile connectivity). Misalnya, setelah turun dari angkot di jalan raya Lembang, gunakan ojek online untuk masuk ke area wisata yang agak ke dalam agar tidak lelah berjalan.
Namun, jika kamu merasa rute angkot terlalu membingungkan atau kamu ingin mengunjungi tempat wisata di Bandung Selatan (seperti Kawah Putih) yang akses angkutan umumnya agak sulit dan memakan waktu lama, kamu bisa mempertimbangkan bantuan operator perjalanan lokal seperti King Voyage. Terkadang, menggabungkan gaya backpacking dengan sedikit bantuan profesional untuk rute sulit justru membuat liburan lebih maksimal.
Backpacker ke Bandung Tetap Praktis dan Fleksibel Bersama King Voyage
Meskipun backpacking identik dengan kemandirian, ada kalanya kamu membutuhkan fleksibilitas lebih tanpa harus pusing memikirkan trayek angkot yang rumit, terutama jika waktu liburanmu singkat. King Voyage hadir sebagai solusi perjalanan yang mengerti kebutuhanmu.
Kamu tetap bisa mendapatkan pengalaman liburan yang personal dan bebas ribet, namun dengan kenyamanan transportasi dan pengaturan itinerary yang profesional. Jadikan King Voyage sahabat perjalananmu untuk menikmati Bandung yang sesungguhnya dengan cara yang paling praktis.