
Rental Alphard – Siapa yang tidak merindukan sensasi mendarat di tengah Kota Bandung? Turun dari pintu pesawat, menghirup udara sejuk Kota Kembang, lalu selang lima belas menit kemudian sudah bisa duduk santai sambil menikmati kuliner khas di area Cicendo atau Dago. Rasanya sangat praktis, tanpa perlu lelah menembus kemacetan panjang. Sejak pengalihan massal penerbangan ke Majalengka beberapa waktu lalu, suasana terminalnya memang sempat mendadak sepi. Namun belakangan ini, kabar mengenai isu bahwa Bandara Husein Sastranegara aktif kembali mulai hangat diperbincangkan di media sosial maupun grup percakapan. Banyak wisatawan yang sudah bersiap berburu tiket pesawat reguler. Namun, benarkah Bandara Husein Sastranegara aktif kembali melayani rute jet komersial sepenuhnya hari ini? Biar perencanaan liburanmu tidak berujung kebingungan, yuk kita bedah fakta resminya secara objektif.
Fakta Terbaru Status Bandara Husein Sastranegara
Kabar simpang siur mengenai wacana Bandara Husein Sastranegara aktif kembali sering kali membuat calon pengunjung keliru menentukan moda kedatangan. Jika melihat pernyataan resmi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) serta pengelola bandara, status operasionalnya tidak sesederhana hitam-putih. Bandara ini sebenarnya tidak pernah benar-benar mati total, melainkan mengalami penataan bertahap dan kini sedang berada dalam proses persiapan reaktivasi. Berikut adalah rincian lima fakta krusial yang perlu kamu pahami mengenai dinamika statusnya saat ini:
1. Penerbangan Baling-Baling (Propeller) Sudah Lebih Dulu Beroperasi

Bagi yang mengira bandara ini kosong melompong, dugaan tersebut kurang tepat. Kabar bahwa Bandara Husein Sastranegara aktif kembali sebenarnya sudah terbukti untuk penerbangan perintis dan berbadan kecil sejak tahun 2025 lalu. Maskapai seperti Susi Air telah mengoperasikan pesawat baling-baling (ATR/Cessna) untuk rute regional pendek, misalnya menghubungkan Bandung dengan Halim Perdanakusuma, Pangandaran, hingga Yogyakarta. Fasilitas terminal domestik tetap melayani penumpang rute ini dengan proses check-in yang jauh lebih cepat.
2. Skenario Reaktivasi Pesawat Jet Komersial

Ini dia poin yang paling dinantikan publik. Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Perhubungan dan pengelola Angkasa Pura, pemerintah tengah menyiapkan skenario agar Bandara Husein Sastranegara aktif kembali melayani pesawat jet komersial berbadan sedang (narrow body) sekelas Boeing 737-800 dan Airbus A320. Tahapan reaktivasi ini dirancang dalam dua skenario utama, yakni pembukaan bertahap yang ditargetkan mulai pertengahan Agustus dan target operasional yang lebih optimal pada September.
3. Perbaikan Infrastruktur Runway dan Fasilitas Terminal Sedang Berlangsung

Keputusan untuk mengembalikan penerbangan jet ke tengah kota tidak dilakukan secara terburu-buru. Demi menjamin keselamatan penerbangan, pihak pengelola tengah mengebut pengerjaan fisik di area landasan. Proyek pembenahan ini mencakup overlay (penebalan) runway sepanjang 2.220 meter, perbaikan taxiway, rekonstruksi area apron, hingga perbaikan fasilitas pendukung terminal penumpang. Langkah ini memastikan bahwa saat Bandara Husein Sastranegara aktif kembali nanti, standar keamanan udara dan kenyamanan penumpang sudah berada di level terbaik.
4. Penyesuaian Rute Internasional dan Status Bandara

Meski wacana penerbangan jet komersial siap digulirkan kembali, terdapat penyesuaian regulasi yang perlu dicatat. Penataan status bandara oleh pemerintah menempatkan prioritas operasional di Husein Sastranegara pada rute-rute domestik strategis. Jadi, berita yang mengklaim Bandara Husein Sastranegara aktif kembali untuk rute langsung internasional dari negara tetangga seperti Malaysia atau Singapura belum berlaku saat ini. Rute internasional komersial utama masih difokuskan melalui bandara hub terdekat.
5. Tetap Menjadi Pusat Operasional Militer, Privat, dan Evakuasi Medis

Satu hal yang tidak pernah berubah adalah fungsi vital kawasan ini sebagai Pangkalan Air Force TNI AU (Lanud Husein Sastranegara). Di luar jadwal penerbangan sipil, bandara ini senantiasa siaga 24 jam melayani jet pribadi (charter flight), kunjungan tamu kenegaraan, hingga penerbangan darurat seperti evakuasi medis (medevac) dan distribusi logistik bencana. Keberadaan unsur militer dan sipil yang bersinergi membuat operasional di kawasan pendaratan tetap berjalan sangat ketat.
Baca juga : Jangan Salah Sewa! Ini Tipe Hiace Paling Nyaman
Alternatif Menuju Bandung Jika Tidak Melalui Husein
Sambil menunggu seluruh rute penerbangan jet reguler beroperasi penuh, kamu yang ingin berkunjung ke Kota Kembang tidak perlu bingung. Akses menuju Bandung saat ini tergolong yang paling lengkap dibanding kota-kota lainnya di Jawa Barat. Pilihan jalurnya sangat beragam:
- Penerbangan via BIJB Kertajati. Mendarat di Majalengka, lalu melanjutkan perjalanan darat sekitar 1 jam via Tol Cisumdawu yang relatif lancar.
- Kereta Cepat Whoosh. Pilihan favorit dari Jakarta (Stasiun Halim) menuju Stasiun Padalarang atau Tegalluar, cuma makan waktu 30 hingga 45 menit di perjalanan.
- Kereta Api Antarkota. Turun langsung di Stasiun Bandung di pusat kota, sangat pas buat kamu yang berangkat dari Yogyakarta, Solo, atau Surabaya.
- Travel / Shuttle Point to Point. Moda transportasi fleksibel via Tol Purbaleunyi dengan puluhan pilihan lokasi drop-off di berbagai sudut Bandung.
Meskipun isu Bandara Husein Sastranegara aktif kembali terus berkembang, menggunakan moda transportasi darat dan kereta tetap menjadi alternatif yang sangat diandalkan saat ini.
Cara Memilih Transportasi Selama di Bandung
Begitu tiba di titik kedatangan baik di stasiun kereta, terminal shuttle, maupun bandara tantangan berikutnya adalah menentukan kendaraan harian. Bandung terkenal dengan jalurnya yang mungil dan rawan padat saat akhir pekan. Terapkan strategi berikut:
- Hitung Anggota Rombongan. Jalan sendiri cukup pakai taksi daring. Tapi kalau membawa keluarga besar beserta tumpukan koper, menyewa mobil utuh jauh lebih praktis dan hemat.
- Andalkan Pengemudi Lokal. Jalur menuju destinasi populer di Lembang, Ciwidey, atau Pangalengan sering kali macet di jam-jam tertentu. Sopir berpengalaman yang paham jalan pintas akan menghemat waktu liburanmu secara signifikan.
- Pesan Kendaraan Lebih Awal. Jangan membiasakan mencari sewa mobil secara mendadak saat baru mendarat atau tiba di stasiun. Ketersediaan unit berkualitas biasanya langsung ludes saat akhir pekan.
Untuk efisiensi maksimal, menyewa mobil privat lengkap dengan pengemudi adalah langkah paling cerdas. Kamu tidak perlu pusing memikirkan navigasi jalan atau berburu tempat parkir yang sempit.
Transportasi Wisata Bandung Lebih Praktis Bersama King Voyage
King Voyage hadir bukan sekadar sebagai penyedia jasa sewa mobil biasa, melainkan mitra perjalanan privat terpercaya yang paham betul seluk-beluk dinamika lalu lintas Kota Bandung. Kami mengerti bahwa kenyamanan selama di jalan adalah kunci utama yang menentukan kualitas liburanmu. Oleh karena itu, seluruh armada kami mulai dari MPV keluarga yang lincah, hingga lini Hiace Premio Standar, Luxury, sampai Super VIP berkapasitas besar selalu melalui proses perawatan berkala yang ketat. Setiap unit dipastikan berada dalam kondisi mesin yang prima, interior super bersih, wangi, ber-AC dingin, serta dilengkapi fasilitas penunjang kenyamanan agar perjalanan panjang sekalipun tidak terasa melelahkan.
Tunggu apa lagi? Segera ambil langkah pertama untuk mewujudkan liburan impianmu di Kota Kembang! Hubungi tim customer service King Voyage melalui WhatsApp sekarang juga. Kamu bisa bebas berkonsultasi mengenai rencana itinerary, mendiskusikan opsi armada yang paling pas dengan jumlah rombongan serta anggaran, hingga mengamankan unit favoritmu jauh-jauh hari sebelum masa high season tiba. Kontak WhatsApp King Voyage hari ini, percayakan urusan mobilitasmu pada ahlinya, dan bersiaplah menikmati pengalaman jelajah Bandung yang seratus persen praktis, aman, dan menyenangkan!