
Rental Alphard – Selama bertahun-tahun, Bandara Husein Sastranegara menjadi pintu masuk utama bagi wisatawan maupun pelaku bisnis yang berkunjung ke Bandung. Posisinya yang sangat strategis di pusat kota membuat perjalanan terasa begitu praktis. Namun, perubahan kebijakan transportasi udara dalam beberapa tahun terakhir sempat memicu kebingungan publik mengenai status operasionalnya. Banyak calon penumpang bertanya-tanya apakah gerbang udara ini masih melayani penerbangan komersial atau sudah ditutup sepenuhnya. Artikel ini akan membedah secara objektif fakta terbaru operasional bandara tersebut, sekaligus memberikan panduan moda transportasi terbaik menuju Kota Kembang.
Status Terbaru Bandara Husein Sastranegara, Apakah Sudah Aktif?
Agar tidak salah dalam menyusun jadwal perjalanan atau memesan tiket pesawat menuju Kota Bandung, berikut adalah rincian fakta penting terkait status operasional terbarunya:
1. Pengalihan Penerbangan Jet Komersial ke BIJB Kertajati

Kebijakan paling signifikan yang berlaku secara resmi sejak 29 Oktober 2023 adalah pemindahan seluruh rute penerbangan komersial bermesin jet. Pesawat-pesawat berkapasitas besar yang biasa melayani rute favorit antarpulau seperti tujuan Bali, Medan, Makassar, Balikpapan, hingga Surabaya serta rute internasional resmi dialihkan secara penuh ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka. Langkah strategis ini diambil pemerintah untuk mengoptimalkan penataan ruang udara Jawa Barat serta mengurai keterbatasan penampungan penumpang di area perkotaan Bandung yang makin padat. Dengan adanya Tol Cisumdawu, perjalanan darat dari Kertajati menuju Bandung pun kini jauh lebih singkat, berkisar antara 1 hingga 1,5 jam saja.
2. Fokus Melayani Penerbangan Baling-Baling (Propeller)

Meski tidak lagi disinggahi pesawat jet komersial reguler, deru mesin pesawat di tengah Kota Bandung tidak sepenuhnya berhenti. Bandara Husein Sastranegara tetap difokuskan untuk melayani penerbangan bermesin baling-baling (propeller/ATR). Rute baling-baling ini umumnya menghubungkan Bandung dengan kota-kota sekunder atau area regional tertentu yang memang membutuhkan akses penerbangan jarak pendek hingga menengah, di mana pesawat berbadan lebar atau bermesin jet tidak dapat mendarat karena keterbatasan spesifikasi landasan pacu di tengah kota yang padat penduduk.
3. Penyesuaian Status Operasional dan Rute Internasional

Sejalan dengan keputusan pemerintah mengenai penataan ulang status ribuan bandara di seluruh Indonesia pada awal 2024, posisi internasional Bandara Husein Sastranegara telah disesuaikan kembali. Saat ini, fasilitas terminal dan landasan prioritas difokuskan sepenuhnya untuk mendukung konektivitas domestik terbatas. Artinya, penerbangan komersial langsung dari luar negeri (seperti dari Kuala Lumpur atau Singapura yang dulu sangat populer di kalangan pelancong asing) sudah tidak dapat lagi mendarat langsung di pusat Kota Bandung, melainkan harus melalui bandara penghubung utama lainnya.
4. Layanan Charter Flight dan Penerbangan Privat

Bagi pelaku bisnis, pejabat eksekutif, atau rombongan khusus yang menggunakan jasa jet pribadi maupun penerbangan sewa (charter), Bandara Husein Sastranegara tetap membuka pintunya secara terbuka. Lokasinya yang sangat strategis hanya berjarak beberapa menit dari pusat bisnis, area pemerintahan, dan deretan hotel berbintang di pusat Kota Bandung menjadikan opsi penerbangan non-reguler ini sangat efisien dari segi waktu tempuh darat bagi mereka yang memiliki mobilitas tinggi tanpa harus melalui bandara di luar kota.
5. Pusat Operasional Militer dan Evakuasi Medis (Medevac)

Di luar aspek transportasi komersial harian, area bandara ini memiliki fungsi vital yang sangat strategis sebagai pangkalan udara militer di bawah naungan Lanud Husein Sastranegara. Selain itu, fasilitas bandara juga selalu bersiap siaga selama 24 jam untuk melayani penerbangan darurat, seperti evakuasi medis (medevac), penerbangan tamu VIP/VVIP negara, serta distribusi logistik penanggulangan bencana yang memerlukan respons cepat menuju kawasan Bandung dan sekitarnya.
Baca juga : 5 Cafe dengan Makanan Enak di Bandung Paling Cozy & Murah
Jika Bandara Husein Sastranegara Belum Beroperasi Penuh, Lewat Mana ke Bandung?
Meskipun Bandara Husein Sastranegara tidak lagi melayani penerbangan jet komersial secara penuh, aksesibilitas menuju Bandung saat ini justru semakin banyak pilihan dan cepat. Beberapa moda transportasi andalan yang bisa dipilih antara lain:
- Bandara Kertajati (BIJB). Alternatif utama jalur udara yang terhubung langsung dengan Bandung via Tol Cisumdawu.
- Kereta Cepat Whoosh. Pilihan favorit dari Jakarta (Stasiun Halim) menuju Stasiun Padalarang atau Tegalluar dengan waktu tempuh sekitar 30–45 menit.
- Kereta Api Antarkota. Layanan kereta api KAI dari berbagai kota besar yang berhenti langsung di pusat Kota Bandung.
- Tol Cipularang. Akses kendaraan pribadi atau mobil sewaan dari arah Jakarta dan sekitarnya via Tol Purbaleunyi.
- Shuttle dan Travel. Layanan minibus antar kota titik ke titik (point-to-point) yang tersebar di berbagai wilayah.
Cara Menuju Pusat Kota Bandung dengan Mudah
Setelah tiba di titik kedatangan utama, melanjutkan perjalanan ke pusat kota kini sangat mudah berkat konektivitas moda berikut:
- Dari Kertajati. Menggunakan bus DAMRI, shuttle travel, atau taksi bandara melintasi Tol Cisumdawu dengan durasi perjalanan sekitar 1,5 jam.
- Dari Stasiun Padalarang. Setelah turun dari Kereta Cepat Whoosh, penumpang bisa langsung berpindah ke Kereta Feeder KAI gratis yang mengantar tepat ke Stasiun Bandung dalam waktu 18 menit.
- Dari Stasiun Bandung. Berada persis di pusat kota, kamu cukup melanjutkan perjalanan menggunakan taksi, angkutan kota, atau menjemput kendaraan sewaan.
- Dari Terminal (Leuwipanjang / Cicaheum). Pengguna bus antarkota dapat melanjutkan perjalanan menggunakan bus Trans Metro Pasundan (TMP) atau layanan angkutan dalam kota lainnya.
Tips Memilih Transportasi Selama Liburan atau Perjalanan Bisnis di Bandung
Agar mobilitas harian selama berada di Bandung tetap nyaman dan bebas hambatan, perhatikan beberapa tips sederhana ini:
- Sesuaikan Jumlah Penumpang: Pilih unit mobil kecil untuk perjalanan solo/pasangan, atau minibus jika bepergian dalam rombongan besar agar kabin tetap lapang.
- Pertimbangkan Barang Bawaan: Pastikan kapasitas bagasi mobil mencukupi koper dan oleh-oleh agar penumpang tidak berdesakan di area duduk.
- Pilih Kendaraan Sesuai Itinerary: Untuk tujuan area perbukitan seperti Lembang atau Ciwidey, pilih mobil bermesin tangguh yang nyaman melibas tanjakan.
- Gunakan Layanan dengan Driver Profesional: Supir lokal yang berpengalaman paham rute alternatif untuk menghindari titik macet harian di jam sibuk.
Jelajahi Bandung Lebih Praktis Bersama King Voyage
Sudah paham kan perkembangan status Bandara Husein Sastranegara saat ini? Sekarang waktunya kamu merancang perjalanan menuju Kota Kembang dengan nyaman. Entah kamu mendarat di Bandara Kertajati, turun di Stasiun Kereta Cepat Padalarang, atau datang dari area stasiun kota, urusan penjemputan dan mobilitas selama di Bandung tidak perlu bikin pusing.
King Voyage siap menjadi mitra perjalanan andalanmu. Kami menyediakan armada privat terawat, bersih, dan wangi, lengkap dengan pengemudi profesional yang ramah serta paham seluk-beluk rute Bandung. Kamu tinggal duduk santai di kabin yang dingin tanpa perlu lelah menyetir atau bingung mencari tempat parkir di lokasi wisata yang padat. Yuk, konsultasikan itinerary liburan atau urusan bisnismu bareng tim kami! Hubungi King Voyage via WhatsApp sekarang juga!