
Rental Alphard – Bandung bukan sekadar kota tentang seblak pedas atau udara dingin yang bikin malas mandi. Di balik hiruk-pikuknya lalu lintas saat akhir pekan, kota ini memikul sebuah julukan legendaris yang terdengar sangat elegan, Paris van Java. Julukan ini bukan sembarang tempelan marketing modern, lho. Ia sudah melekat sejak zaman kolonial dan menjadi identitas yang membanggakan.
Namun, bagi generasi masa kini atau wisatawan yang baru pertama kali datang, sering muncul pertanyaan, kenapa Bandung disebut Paris van Java? Apakah karena mode pakaiannya? Bangunannya? Atau sekadar suasana romantisnya? Artikel ini akan mengajak kamu memutar waktu ke masa lalu dan menelusuri jejak-jejak kemewahan Eropa yang masih tersisa di sudut-sudut Kota Kembang.
Asal Usul Julukan Paris van Java
Istilah “Paris van Java” atau Paris-nya Jawa pertama kali populer sekitar tahun 1920-an. Pada masa itu, pemerintah kolonial Hindia Belanda sedang gencar-gencarnya membangun Bandung. Alasan utama kenapa Bandung disebut Paris van Java adalah karena ambisi Belanda yang ingin menjadikan kota ini sebagai pusat gaya hidup, mode, dan kemewahan yang setara dengan kota Paris di Perancis.
Jalan Braga disulap menjadi kawasan elit tempat para meneer dan mevrouw Belanda berbelanja pakaian model terbaru yang didatangkan langsung dari Paris. Suasana kota saat itu dipenuhi butik, kafe, dan gedung pertunjukan seni yang sangat kental dengan nuansa Eropa. Selain itu, seorang pengusaha bernama Roth mempopulerkan istilah ini di ajang “Jaarbeurs” (pasar malam tahunan) pada tahun 1920 untuk mempromosikan Bandung sebagai kota yang cantik, modis, dan penuh dengan kesenangan duniawi, persis seperti reputasi Paris di mata dunia internasional kala itu.
Spot Ikonik Bandung yang Menguatkan Julukan Paris van Java
Julukan tersebut tidak akan bertahan hingga satu abad jika tidak ada buktinya. Bandung adalah “museum hidup” bagi arsitektur Art Deco yang menjadi tren di Eropa pada awal abad ke-20. Berikut adalah deretan spot ikonik yang menjadi saksi bisu mengapa kota ini layak disejajarkan dengan Paris.
1. Jalan Braga & Gedung de Vries

Jantung dari Paris van Java ada di sini. Berjalan di Jalan Braga yang kini beralas batu andesit (cobblestone) seolah membawa kamu ke lorong waktu. Di sinilah toko-toko elit pertama berdiri. Salah satu yang paling mencolok adalah Gedung de Vries, toserba pertama di Bandung yang terletak di seberang Gedung Merdeka.
Arsitekturnya yang klasik dengan menara kecil di sudutnya sangatlah Eropa. Di sepanjang jalan ini juga terdapat Restoran Braga Permai (dulunya Maison Bogerijen) yang pernah menjadi restoran paling eksklusif, tempat kaum sosialita Belanda menyantap kue-kue khas Eropa. Hingga kini, fasad bangunan tua di Braga tetap dipertahankan untuk menjaga “roh” Eropa tersebut.
2. Gedung Merdeka (Societeit Concordia)

Sebelum menjadi tempat Konferensi Asia Afrika, gedung ini bernama Societeit Concordia. Ini adalah club house paling bergengsi tempat para “Crazy Rich” Belanda berpesta, berdansa, dan bersosialisasi di malam hari. Lantai dansanya dibuat dari marmer Italia, dan lampu-lampu kristalnya memancarkan kemewahan yang tak tertandingi.
Arsitekturnya yang megah dengan gaya Art Deco geometris mempertegas alasan kenapa Bandung disebut Paris van Java, karena gaya hidup di dalam gedung ini benar-benar meniru kemerlap kehidupan malam di Paris.
3. Hotel Savoy Homann

Terletak tak jauh dari Gedung Merdeka, Hotel Savoy Homann adalah mahakarya arsitektur Streamline Moderne (cabang dari Art Deco) yang dirancang oleh arsitek A.F. Aalbers. Bentuk bangunannya yang melengkung aerodinamis sangat futuristik pada zamannya.
Hotel ini pernah menjadi tempat menginap tokoh dunia seperti Charlie Chaplin dan Mary Pickford saat berkunjung ke Bandung. Kehadiran selebritas dunia di hotel ini semakin mengukuhkan status Bandung sebagai destinasi wisata kelas dunia yang sejajar dengan kota-kota di Eropa.
4. Gedung Sate (Gouvernements Bedrijven)

Meskipun atapnya mengadopsi bentuk tusuk sate (yang terinspirasi dari bunga melati atau jambu air), struktur utama Gedung Sate sangat kental dengan gaya Neoklasik dan Renaissance Eropa.
Dirancang oleh Ir. J. Gerber, gedung ini awalnya diniatkan sebagai pusat pemerintahan Hindia Belanda yang baru. Kemegahan Gedung Sate dengan tamannya yang luas dan rapi mencerminkan tata kota Eropa yang terencana dan agung, menjadi salah satu landmark yang tak terbantahkan dari era keemasan Bandung.
5. Villa Isola (Bumi Siliwangi)

Bergeser ke Bandung Utara, terdapat Villa Isola yang dibangun oleh jutawan Italia bernama Dominique Willem Berretty. Bangunan ini adalah representasi sempurna dari keindahan arsitektur yang menyatu dengan alam.
Dengan desain Art Deco yang lengkung dan simetris, villa ini menghadap langsung ke panorama kota Bandung. Tulisan “M’isolo E Vivo” (Saya mengasingkan diri dan saya bertahan hidup) di dindingnya menambah kesan romantis dan melankolis, sebuah nuansa yang sangat “nyeni” dan identik dengan jiwa seniman di Paris.
Baca juga : Kenapa Cuaca Bandung Panas Hari Ini? Tips Cari Travel Nyaman
Tips Menjelajahi Spot Paris van Java dengan Nyaman
Ingin merasakan atmosfer Eropa di Bandung tanpa merusak mood? Simak tips berikut.
- Waktu Terbaik Kunjungilah Jalan Braga atau Asia Afrika di pagi hari (pukul 07.00-09.00) saat udara masih segar dan jalanan sepi untuk foto yang estetik, atau sore hari menjelang malam untuk melihat lampu-lampu kota yang romantis.
- Outfit yang Pas Jangan ragu untuk dress up! Gunakan pakaian bergaya kasual-elegan atau vintage agar fotomu menyatu dengan latar bangunan tua.
- Pilih Transportasi Privat yang Nyaman Menjelajahi spot sejarah ini membutuhkan mobilitas tinggi. Mengandalkan taksi online terkadang sulit saat hujan atau macet, dan berjalan kaki antar spot cukup melelahkan.
- Sewa Mobil Premium Agar vibes liburanmu tetap elegan ala bangsawan Eropa, gunakan layanan sewa mobil dari King Voyage. Bayangkan turun dari Alphard atau Innova Zenix yang bersih dan wangi di depan Hotel Savoy Homann. Supir kami yang profesional siap mengantar kamu keliling napak tilas sejarah tanpa perlu pusing memikirkan parkir atau rute macet.
Menikmati Bandung dengan Nuansa Paris van Java Bersama King Voyage
Mengetahui sejarah kenapa Bandung disebut Paris van Java membuat perjalanan kamu lebih bermakna, bukan? Kota ini adalah perpaduan unik antara sejarah kolonial yang megah dan kreativitas modern yang dinamis. Jangan biarkan kemacetan atau cuaca menghalangi eksplorasimu. Rencanakan perjalanan napak tilas sejarah ini bersama King Voyage, dan rasakan sendiri romantisme Paris yang tertinggal di tanah Pasundan. Hubungi King Voyage sekarang!